Kontributor : Nna Sora
Buku Bukan Janda Biasa –tepatnya jilid 2, soalnya jilid 1 & 3 sold out… doakan bisa re-launching lagi ya, SisteRB, jadi kita bisa baca semua jilidnya– akhirnya ada di tanganku, cewek lulusan arsitektur yang kayak apa rasanya lamaran aja aku belum tau hahahaa…
.
.
Baca buku Bukan Janda Biasa jilid 2 selama 2 hari dan fix jadi buku nonfiksi 2025 yang sukses bikin aku nangis bombai menyelami perjuangan dari setiap kisah penulis BJB2.
“Aaah, mba-mba SisteRB kalian kece banget, kalian keren, kuat, dan peluk buat kalian karena kalian hebat!” monologku sambil sesenggukan setiap rampung baca kisah satu persatu dari 10 penulis yang berbeda.
Keputusanku dari kejadian taaruf –klik baca “Nolak Taaruf, kok Gak Takut?” – kemarin, menjadi lebih mantap dan jujur rasa guilty lebih plong setelah baca buku BJB2.
Banyak banget pelajaran berharga yang salah satu harapan pastinya dari Janda dan Mantan Janda adalah tidak mau kisah-kisah pelik mereka terulang oleh para gadis-gadis di luar sana.
Apa aja pelajaran berharga yang aku dapet sehabis baca? Skuy, kita simak bareng!
– Jangan anggap remeh ilmu relationship
Dulu pernah banget dikomentarin, “Bucin ih, bahasnya cinta-cintaan,” hanya karena aku suka banget bagiin konten relationship dari coach-coach profesional.
Dalem ati, “Hah, bucin? Bucin mananya, orang ini kontennya fakta semua.” Also me, yah beda sih emang audiens yang menyimak full dengan yang baca hanya lewat sepintas.
SisteRB, terutama yang masih single, justru karena single-mu banyak waktu maka manfaatkan dan luangkan untuk open belajar ilmu relationship serta mempraktikkannya secara konsisten.
Meski memang, belajar ilmu relationship tidak otomatis bikin pria idamanmu langsung jatuh dari langit. Tapi trust your process deh –kalau ‘trust me, it works’ itu iklan produk susu protein kaum sebelah– jika dilakukan secara tepat dan konsisten itu akan mengubah banyak hal dalam kehidupanmu, SisteRB.
Daaan… sudah tentu mempraktikkan ilmunya juga menjadi utama. Karena hanya seseorang mendalami suatu ilmu, bukan berarti ia otomatis jadi expert dong yah. Akan ada pengalaman yang tidak diajarkan dari mana pun, sekalipun itu teoritis, nah pengalaman diri sendiri akan menjadi guru berharga untuk dirimu sepanjang proses mempraktikkan ilmu relationship.
– Berkenalanlah secara berkualitas
Pelajaran besar sehabis baca buku BJB2, salah satunya lakukan cek-ricek pada calonmu. Mau dibilang pacaran atau taaruf, mau udah jalin hubungan sebentar atau lama, tetap fokus pada kualitas perkenalan nih, SisteRB. Daaan.. libatkan profesional sebelum pernikahanmu.
Kembali lagi, jauh sebelum menentukan pria seperti apa yang tepat untukmu. SisteRB, sangat dianjurkan untuk eksplorasi dan mengenali diri sendiri dulu nih.
– Circle yang tepat akan menjadi bahan bakar dalam self-upgrademu
Cari dan bergabung dengan lingkup yang mempunyai niat visi-misi yang sama, misal mau menjadi perempuan yang lebih berdaya bisa tuh SisteRB gabung ke Komunitas Ruang Bertumbuh. Bergaullah dengan orang-orang yang menurutmu keren dan bisa membuat kamu termotivasi dalam hal positif, SisteRB.
– Kesadaran akan diri kita berharga adalah kunci, SisteRB
Dari kisah BJB2, dalam pengalaman pernikahan penulis ternyata self esteem selama menjalin hubungan yang tidak sehat itu benar-benar bisa hilang begitu saja –terserap entah ke mana– seiring berjalannya waktu pernikahan nih, SisteRB. Meski ada juga penulis yang kehilangan misua karena kecelakaan, namun usai kepergian itu penulis juga mengalami kondisi low self esteem sekaligus menjalani masa duka.
Pas aku baca BJB2 pun ikut merasa sedih, sakit, juga pengen memeluk para penulis. Walaupun belum tau rasanya nikah, tapi jujur saja kehilangan rasa diri yang berharga itu memang real gak enak, SisteRB. Kamu masih diberi kesempatan untuk hidup, tapi seakan jiwamu kosong. Dalam diri pedih, di luar harus kuat… Bamm!
Dan para penulis BJB2 merasa kembali dapat menikmati hidup ketika mereka mulai memperjuangkan dan melanjutkan hidup untuk diri sendiri. Ah, terharu aku dengan beliau-beliau yang berjuang melalui masa pelik itu!
Tentu saja support keberhargaan diri ini juga perlu lingkungan yang hadir untuk kita, SisteRB, bisa keluarga, teman, bahkan sesama perempuan.
Jadi, Nikah tuh Penting atau yang Penting Nikah?
SisteRB, selama ini… kita pikir nikah tuh penting atau yang penting nikah?
Jika memang nikah itu penting, justru kita mau terbuka dan belajar soal relationship dari para coach yang memang profesional di bidangnya, ya, SisteRB.
Boleh saja loh , jadikan teman dekat untuk diskusi terkait ilmu relationship ini. Asalkan ilmu itu juga kamu terapkan, SisteRB.
Gapapa banget kalau sudah belajar dan praktik sekarang kamu masih single , gapapa juga jika suatu hari kamu gagal atau putus padahal udah mencoba praktik ilmunya . Karena yang utama jadilah perempuan berdaya, happily single or happily married yaa para SisteRB kece akuuu!
By Admin :
Jika tulisan ini menginspirasimu, kamu bisa mengapresiasi sang penulis lowh.. ^__^
Tahu gak? Apresiasi pembaca memberi energi positif bagi penulis. Jika berkenan, kamu bisa menitipkan dukungan via OVO
Ulfa An Naafi : 08986447874
