Kontributor : Nna Sora
SisteRB, kalau ada yang ngajakin taaruf tiba-tiba, gimana responsnya? Seneng? Kaget? Heran? Atau malah parno?
“Fa, ada yang mau taaruf sama kamu.” Saat itu, aku yang biasanya terbuka dan bilang monggo, kali ini dengan tegas bilang “Makasih niat baiknya, tapi aku tidak berminat.”
Loh, kok udah nolak aja? Ya, aku memang belum kenal secara langsung ––hanya tau nama dan orangnya–– tapi aku berani menolak karena kami toh di satu lingkup kuliah yang sama, bukan berarti aku buta dia siapa.
Meskipun… selang beberapa hari, untuk pertama kalinya aku punya pikiran begini, “Kalau kemarin orang terakhir yang mau ajak aku ‘kenalan’ gimana? Aku tolak mentah-mentah gitu aja?”
Kemudian kutepis, “Anna, please deh! Jangan hanya karena aku haus, racun pun aku tenggak…” Tapi ini bukan tentang dahaga ya, SisteRB.
Esoknya atau tepatnya pas siang hari, paket buku Bukan Janda Biasa jilid 2 sampe di tanganku. Aku pun segera buka dan baca…
Kubaca sampai habis 2 hari lamanya ––sambil nangis bombai baca setiap kisah penulis BJB2–– aku pun bergumam “Kaaan.. dibilang, apa yang kita tidak mau tuh tidak perlu kita paksa. Buku ini jawaban dari kemantapan hatiku kemarin kalau yang kulakukan kemarin tuh bener, Anna.”
Gak kebayang aja gitu gimana jadinya pas ditawarin taaruf dan akunya udah gak suka, tapi aku tetap meng-iya-kan hanya karena terjebak FOMO sesaat. Bisa dipastikan aku bakal mengulangi pola yang sama soal bergaul.
Kalau memang gak suka yaudah gak usah coba-coba lompat tebing curam, daripada maksa diri lalu makan asam-garam di kemudian hari. Kan gak lucu, yha?
Tapi dipikir-pikir ya kepikiran, keberanian menolak dan cara aku berpikir dari kejadian itu gak serta merta muncul gitu aja, SisteRB. Ternyata selama bergabung di komunitas janda tuh impact-nya bisa mengubah pola pikirku soal pernikahan.
Gadis Join di Komunitas Janda, Ngapain?
Jadi gini... Bermula dari tertarik gabung Komunitas Janda Ruang Bertumbuh yaa… karena webinar Kak Paw (founder Ruang Bertumbuh) yang bahas gimana cara memilih pria tepat.
Nah, materi webinar ini sangat helpful loh, SisteRB! Kenapa tuh?
Karena kita dikasih cara tentang bagaimana menghitung poin masing-masing kriteria kenalan kita.
Hah, hitung?
Iya, SisteRB, kamu gak salah baca.
Tiap kriteria itu ada poin-poin yang bisa kita kalkulasikan secara pasti. Jadi gak zaman lagi tuh namanya ilmu wangsinawang “Inikah jodohku?”
Terus, cuman dari belajar webinar kok bisa berani nolak? Emang se-powerful itu?
Nyatanya, beranjak dari webinar ini aku jadi tau dan memahami kriteria idaman yang aku mau seperti apa baik secara visual sampai dalamannya (baca: karakter, cara komunikasi, manner, dan masih banyak lagi bibit-bobot-bebet yang kita ‘butuhkan’ untuk ada di diri calon pasangan).
Gak cuma sampai di situ, mengenal diri sendiri justru menjadi fondasi penting selama proses menemukan pria yang tepat untuk diriku.
Sebaliknya… bukan memotong pergaulan loh, proses ini lebih afdol dibarengi dengan memperluas pergaulan berkualitas.
Biar apa? Biar circle kita tidak monoton dan gak ada lagi tuh cerita takut ditolak dukun bertindak. Mana tau kan ditolak satu, muncul seratus ribu –bukan nominal uang– maksudnya yaa lebih membuka peluang untuk bertemu pria idaman yang tepat.
Selain webinar cara memilih pria tepat, masih ada program-program self-upgrade yang bisa diikuti, SisteRB.
Bergabung di chatgrup pun ada aktivitas diskusi, sharing, saling support, dan masih banyak program positif yang dilakukan bersama-sama. Bahkan menyimak diskusi pun ikut andil menambah wawasan loh soal relationship dan self-upgrade.
Gabung di Komunitas Janda justru ubah perspektif buat gak FOMO nikah
Punya keberanian menolak taaruf karena aku sadar ini bukan tentang mengejar FOMO nikah, boleh jadi mental itu tidak akan kumiliki kalau kejadian saat itu aku belum belajar dari Komunitas Janda Ruang Bertumbuh.
Jadi… jangan salah kira, SisteRB!
Gabung di komunitas janda tuh justru tidak mengglorifikasi capaian pernikahan, malahan memberi ruang perempuan untuk berdaya baik kondisi single (Janda dan Gadis) ataupun menikah… sesuai dengan mottonya “Happily Single or Happily Married”.
By Admin :
Jika tulisan ini menginspirasimu, kamu bisa mengapresiasi sang penulis lowh.. ^__^
Tahu gak? Apresiasi pembaca memberi energi positif bagi penulis. Jika berkenan, kamu bisa menitipkan dukungan via OVO
Ulfa An Naafi : 08986447874
