Kontributor : Nafis Amna
“Aku tahu aku terlambat. Aku tahu aku tertinggal. Tapi aku berani memulai.”
Kalimat itu sederhana, tetapi bagiku sangat berarti. Ada masa ketika aku merasa seperti seseorang yang baru mencelupkan kaki ke air, sementara orang lain sudah jauh berlayar mengarungi lautan.
Hidupku pernah berhenti sejenak ketika aku kehilangan suami. Ia adalah laki-laki yang bermental provider dan protector. Ia selalu berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan rasa aman bagi kami.
Pada awalnya, aku banyak tenggelam dalam kesedihan. Hari-hari terasa berjalan lambat, dan masa depan terlihat begitu samar. Namun seiring waktu, aku mulai menyadari satu hal. Hidup tidak mungkin berhenti hanya karena aku terluka. Dunia terus bergerak maju, dan aku tidak bisa selamanya diam di tempat yang sama.
Ada satu momen yang kemudian membuatku benar-benar berpikir.
Suatu hari aku mendapatkan kesempatan untuk mengajar secara online. Namun kesempatan itu akhirnya harus dibatalkan. Alasannya sederhana, tetapi cukup menyadarkanku. Aku tidak memiliki laptop dan tidak bisa menyiapkan bahan ajar menggunakan PowerPoint.
Saat itu aku merasa sangat tertinggal. Hal yang bagi banyak orang mungkin sudah menjadi kemampuan dasar, justru menjadi sesuatu yang belum bisa kulakukan.
Di situlah aku mulai berbicara jujur kepada diriku sendiri.
Aku tidak bisa terus meratap. Zaman semakin maju, kebutuhan hidup terus berjalan, dan aku tidak bisa terus berada di titik yang sama. Uang juga semakin berkurang, dan aku tahu aku harus melakukan sesuatu.
Mungkin bukan sesuatu yang besar. Tetapi setidaknya aku harus mulai belajar lagi. Belajar hal-hal dasar yang mungkin bagi orang lain sudah sangat biasa.
Di tengah kegelisahan itu, aku teringat sebuah ungkapan yang sangat terkenal tentang pentingnya belajar sepanjang hidup.
*اُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ*
Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.
Kalimat itu terasa sangat menenangkan bagiku. Artinya, belajar tidak memiliki batas usia. Selama kita masih hidup, kita selalu punya kesempatan untuk menambah ilmu dan memperbaiki diri.
Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil satu langkah kecil. Aku mulai belajar komputer kembali dari awal.
Aku tahu langkah ini mungkin terasa terlambat. Ketika banyak orang sudah terbiasa dengan teknologi, aku justru baru mencoba memahaminya perlahan-lahan. Kadang terasa canggung, kadang juga terasa sulit. Namun setiap kali rasa ragu datang, aku mengingatkan diriku sendiri bahwa yang terpenting bukanlah seberapa cepat kita sampai, melainkan keberanian untuk memulai.
Setiap orang memiliki waktunya sendiri.
Tidak semua perjalanan hidup berjalan dengan kecepatan yang sama. Ada yang melaju cepat, ada yang berjalan perlahan, dan ada pula yang harus berhenti sejenak sebelum akhirnya berani melangkah lagi.
Hari ini aku masih belajar. Masih mencoba memahami hal-hal baru yang dulu terasa asing bagiku. Mungkin langkahku kecil, tetapi bagiku langkah itu sangat berarti.
Karena pada akhirnya, setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah pertama.
Untuk kamu yang sedang membaca tulisanku ini, mungkin ada saat di mana kamu juga merasa tertinggal dari orang lain. Mungkin kamu melihat banyak orang sudah sampai di tempat yang kamu impikan, sementara kamu masih berusaha memulai dari awal.
Jika itu yang kamu rasakan, aku ingin kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian.
Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tidak ada kata terlambat untuk bangkit. Dan tidak ada kata terlambat untuk memulai kembali.
Untuk kamu, perempuan hebat yang sedang membaca tulisan ini, aku berharap kamu tidak pernah berhenti percaya pada dirimu sendiri. Teruslah melangkah, sekecil apa pun langkahmu hari ini.
Doaku untukmu, semoga kamu selalu diberi kekuatan untuk bangkit ketika jatuh, keberanian untuk memulai hal baru, dan harapan untuk terus menatap masa depan dengan hati yang lebih kuat.
By Admin :
Jika tulisan ini menginspirasimu, kamu bisa mengapresiasi sang penulis lowh.. ^__^
Tahu gak? Apresiasi pembaca memberi energi positif bagi penulis. Jika berkenan, kamu bisa menitipkan dukungan via Bank MANDIRI a.n. Nafis Amna 0060011117458
0060011117458
