Kontributor : Fia
Selama ini kita belajar SaMaWa dari siapa? Dari pasangan yang langgeng, dari foto keluarga yang tersenyum rapi, dari ceramah yang jarang bercerita soal kegagalan. Maka ketika seorang janda bicara tentang sakinah, mawaddah, wa rahmah, pertanyaan sinis pun muncul: emang pantas? emang yakin? Padahal justru mereka yang pernah jatuh, kehilangan, dan bertahan dalam luka sering kali memahami makna cinta dengan cara yang tidak diajarkan oleh pernikahan yang mulus tapi oleh kenyataan. Inilah kisahku seorang gadis, yang belajar cinta dari komunitas support janda: Ruang Bertumbuh.
Sebenarnya tidak begitu mengejutkan apabila aku suka mengikuti berbagai workshop, seminar, pelatihan, dan komunitas. Dari SD aku sudah terbiasa mengikuti berbagai kegiatan. Ketika teman-temanku fokus bermain dan belajar saja, orang tuaku rajin memotivasiku untuk mengikuti berbagai perlombaan dan belajar lebih keras dari teman-teman yang lain. Pola didik ini sungguh tidak asing, mengingat bahwa kedua orang tuaku adalah seorang pendidik.
Saat SMP dan SMA aku tergabung dalam organisasi siswa dan berbagai ekstrakurikuler. Bahkan jaman SMA aku masih sempat ikut kegiatan di luar sekolah seperti kajian remaja dan pelatihan kewirausahaan. Saat kuliah aku memilih untuk stop berorganisasi karena ingin membangun networking, dan bisnis.
Kelihatan sibuk sekali memang. Kalau bisa dijadiin gelar kayanya aku lulus sarjana pendidikan dan sarjana kesibukan deh π€£.
Ok, stop ngalor ngidulnya. Sekarang pertanyaan gimana sih kok bisa si anak gadis ambis ini nyasar di komunitas janda? Apa sih yang ada dipikiran gadis ini kok bisa-bisanya dia temenan sama janda? Emang mau ketularan trauma? Salah klik link mungkin? Apakah dia gabut? Atau parah-parahnya isi otaknya udah dicuci sama kak Paw buat join? π Eits… Mohon izinnn ketua ππ .
Aduh gimana ya ceritanya… Habis panjang banget sih. Agak plot twist tapi ya yang namanya takdir Tuhan emang indah si π€.
Ok jadi gini, si gadis ambis itu sebenarnya pernah ambruk juga dalam kisah asrama… Eh eh asmara maksudnya (sengaja ngetik salah si, buat ngecek fokus. Hadeh alesan aja π)
Orang bilang seseorang tu bakal jatuh cinta 3 kali. 1 first love, 2 cinta yang nyakitin banget, nah baru yang ke-3 ini katanya yang bener. (Udah kaya materinya coch Jose ya… Love is game of number. Hayo siapa yang masih ingat pembahasan di grup? π€).
Nah waktu SMA dan kuliah inilah diriku merasa agak ambryuk. Karena ternyata motifnya batik (eh motif asmara maksudku π). Bagiku waktu itu pokoknya cinta itu nyakitin, nyakitin, nyakitin.
Rasanya tu ngga logis banget kalau cewek seambis, sepinter, seberprestasi ini bisa ambruk karena cinta. Oh no no ya… no no, hal ini sangat mengganggu egoku. Ngga bisa aku kalah dan menggalau lama-lama.
Nah entah kenapa waktu pisah sama mantan gebetan waktu itu turunlah wahyu berupa konten-konten di kelascinta.com dari akun itu aku belajar bahwa oh cinta itu bisa dipelajari ya, kaya sains dan ekonomi. Waduh asik ini. Ternyata cinta tu ada dasar pola pikir dan logikanya. Selain itu aku juga Nemu akun lain yang bahas cinta namanya trulav.id. waktu trulav.id bikin webinar aku ikut, di sana aku ketemu kak Paw, mantan janda yang membagikan testimoni menemukan pasangan yang tepat setelah mempelajari lebih jauh soal cinta. Uwaw, semakin penasaranlah diriku. Aku follow akun Instagram kak Paw yang ternyata sering sharing soal pengembangan diri.
“Aduh… Ini episode ketemu sama Ruang bertumbuh masih lama ya Fi?”
Yes masih lama π€£. Sebab ngga secara tiba-tiba kak Paw langsung bikin komunitas.
Setelah aku follow kak Paw aku masih sering ikut webinar di trulav.id dan membeli buku dari kelascinta. Aku akhirnya memiliki pola pikir bahwa oh ternyata belajar cinta itu menarik, kaya memahami karya seni. Oh ternyata tiap orang itu unik ya dan setiap kasus ngga bisa pakai 1 penyelesaian. Di titik ini aku ngga lagi mikir bahwa cinta itu nyakitin, justru aku mikir bahwa belajar cinta itu seru.
Aku sempet ikut sebuah komunitas Perempuan sebelum ikut Ruang Bertumbuh, dan ternyata kak Paw juga join dengan komunitas itu. Setelah ikut komunitas itu kak Paw membuat ruang bertumbuh yang fokusnya memberdayakan janda. Tapi konten-konten yang dibuat oleh kak Paw ternyata menjangkau audien yang lebih luas yaitu single dan istri. Mereka juga mendapat manfaat dari hadirnya komunitas ini.
Komunitas Ruang Bertumbuh kerap mengadakan webinar dengan berbagai tema yang relevan. Mulai dari memilih pasangan berdasarkan kriteria, loa jodoh, bertahan atau bercerai, apakah pasangan termasuk anak mama, hingga tentang gay dalam lavender marriage.
Setiap orang yang ingin mengikuti komunitas ini diwajibkan untuk mengikuti webinar minimal sekali untuk membangun pola pikir.
Aku sendiri ikut webinar terakhir di tahun 2025 yaitu tentang lavender marriage. Di webinar itu Ruang bertumbuh menghadirkan narasumber yang sangat relevan yaitu Mr Joni (seorang gay yang berperinsip untuk tidak menikah dan sering membantu teman-temannya yang akan menikah untuk mengidentifikasi apakah pasangannya adalah seorang gay) dan teman-teman janda yang pernah terjebak pada lavender marriage.
Sebagai seorang gadis tentu saja ilmu-ilmu yang ada dalam ruang bertumbuh sangat relevan untuk memilih pasangan hidup. Dari komunitas ini aku ngga cuma dapat teman tapi juga belajar dari pengalaman para sisteRB agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Komunitas ini sangat mensupport perempuan. Kita sering mengadakan sharing di grup tentang upaya memiliki hubungan yang sehat. Grup ini juga sering mengadakan kegiatan yang mendukung self development seperti olahraga, serta sharing kesehatan dan kecantikan. Eh Ruang Bertumbuh juga sering berkolaborasi dengan para pakar untuk membahas segala sesuatu dalam mengupayakan hubungan yang sehat. Bulan kemarin grup ini berkolaborasi dalam membuat webinar tentang penyusunan gugatan perceraian dan bagaimana healing dari pernikahan dengan npd. Ruang Bertumbuh juga sedang berkolaborasi dengan klinik kecantikan supaya para member glowing luar dalam. Bahkan kita tu juga bisa sharing lho soal pekerjaan. Para sisteRB yang keren-keren itu juga ngga bakal pelit ilmu buat bantu kamu yang sedang diguncyang badai finansial. Kita bantuin kamu pakai ilmu dan koneksi. Syatet yesss… ILMU DAN KONEKSI. UWAWWW menyalahhhhh.
Gimana, seru banget kan. Yakin masih mikir kalau grup ini cuma buat gabut-gabut aja? Atau masih mikir kalau gadis yang belajar SaMaWa dari janda itu so annoying? π
Ternyata ngga cuma aku aja yang merasakan dampak setelah aku join ruang bertumbuh. Tapi juga orang-orang di sekitarku. Ortuku menilaiku jauh lebih kalem dan dewasa, ngga jadi remaja yang gampang tantrum dan rewel. Temen-temenku juga menilai aku lebih bijak, dan luwes ngga kaku kaya dulu. Oiya dan katanya Bu kostku si aku tambah ayu/cantiq ghituhhh π€ (tapi ini bilangnya habis aku bayar kost si π€£). Meski saat ini aku belum juga menemukan tambatan hati tapi ilmu yang ada di ruang Bertumbuh sangat menginspirasi. Aku banyak belajar untuk memperjuangkan standar bahagiaku, karena prinsipku married happy atau single happy (bukan single inferno ya sebab itu mah acara TV π€£)
Ok segitu dulu kali ya bacot dan yappingnya. Kalau kamu terkesan sama kebacyotanku kali ini bisa kali aku dibeliin kopi, boleh beliin online/offline. Kalau mau beliin online nih scan barcode dibawah yang udah tertera. Kalau mau beliin offline bisa kali ngajak aku nongki π€, nih aku share kontaknya. Hubungi aku di Instagram @fia.kinanthi atau gmail di dfiakinanthi@gmail.com kalau kamu mau aku bikinin artikel yapping kaya gini ya bisa juga lha wong aku ini penulis π€£π€. Ok jangan sungkan-sungkan juga buat titipin kritik dan saran supaya tulisanku makin berkembang. Aduh, cukup hubunganmu dengannya aja yang stuck. Karierku dan skill menulisku jangan stuck, wajib berkembang dan jalan terus supaya bisa mengalirkan income yang besar. Makasih, I β€οΈ uang π€£.
By Admin :
Jika tulisan ini menginspirasimu, kamu bisa mengapresiasi sang penulis lowh.. ^__^
Tahu gak? Apresiasi pembaca memberi energi positif bagi penulis. Jika berkenan, kamu bisa menitipkan dukungan via Bank Mandiri 1710010724667 LUTHFIA KINANTHI DAR
1710010724667
